TVXQ, DBSK, Tohoshinki. They are one forever. Forever together. memngejar dreamforever together. establish a family together forever. And we Cassiopeia. We are one too forever . We are proud with Red Ocean . We are proud with TVXQ DBSK TOHOSHINKI . Jung Yun Ho , Shim Chang Min , Kim Jae Joong , Park Yu Chun , Kim Junsu forever together

Rabu, 02 Maret 2011

Resensi Darah Garuda

 
Di tengah nuansa gesekan perbatasan antara Indonesia-Malaysia, menyaksikan film ini jelas menumbuhkan semangat nasionalisme yang membara. Mengingatkan kembali bahwa Indonesia tanah air kita didirikan dengan tangan sendiri, penuh darah-air mata-keringat, tidak seperti Malaysia yang kemerdekaannya diberi oleh penjajah. Maka, kita patut bangga pada negara kita.
Film ini, meski sepenuhnya fiksi, namun didedikasikan pada dua orang kadet yang rupanya adalah leluhur dari Hashim Djojohadikusumo, penyandang dana film ini melalui PT Media Desa Indonesia –bekerjasama dengan Margate House Films- yang konon untuk membuat triloginya memakan biaya sekitar Rp 60 milyar. Alur cerita di film ini didramatisasi, lebih heboh daripada kejadian sebenarnya yang dialami kedua kadet, walau para tokoh di film ini diceritakan adalah kadet dari sekolah yang sama.
Terus terang, saya kagum dengan kemampuan para sineas perfilman Indonesia yang terlibat dalam pembuatan film ini (meski di dalamnya ada nama-nama orang asing). Kecuali jalan cerita dan pendalaman karakter yang masih agak lemah, namun hal-hal lain termasuk special effect­-nya patut diacungi jempol. Ledakan dan adegan peperangan bergaya Hollywood-nya bolehlah. Setidaknya terlihat digarap serius, walau mungkin baru sekelas film-film berkualitas C .
Kisahnya sendiri merupakan lanjutan dari film Merah Putih (setelah ada film ini kemudian disebut Merah Putih I, rencananya akan dibuat trilogi yang dinamakan Trilogi Merdeka). Jadi tokoh-tokohnya masih sama. Jika di film pertama adegan ditutup dengan keberhasilan kelompok kecil kadet meledakkan konvoi bahan bakar Belanda, di film ini mereka merencanakan hal yang lebih besar.
Salah satunya di awal film adalah masuk ke kamp Belanda yang juga merupakan perkebunan coklat yang diambil alih oleh pasukan penjajah. Mereka masuk dengan menyandera Mayor van Gaartner (Rudy Wowor) yang mereka tangkap. Kelompok kecil kadet itu bertujuan membebaskan para wanita yang ditawan di sana dan dipaksa bekerja di perkebunan itu. Mereka adalah Senja (Rahayu Saraswati), Melati (Astri Nurdin), dan Lastri (Atiqah Hasiholan). Senja adalah anak pemilik perkebunan sebelum direbut oleh Belanda, Melati adalah pacar Letnan Amir (Lukman Sardi). Sementara Lastri kemudian memisahkan diri setelah ia sempat diperkosa dan kemudian menembak pemerkosanya, serdadu Belanda yang dijadikan sandera oleh para kadet.
Guna melanjutkan perjuangan, mereka memutuskan mencari pasukan Jenderal Soedirman yang tengah bergerilya di hutan guna bergabung. Setelah menemukan (atau ditemukan?) oleh regu pengintai luar dari pasukan Jenderal Soedirman yang dipimpin oleh Sersan Yanto (Ario Bayu), empat orang kadet berbeda suku tersebut diantar ke induk pasukan. Mereka kemudian dinaikkan pangkatnya oleh Mayor Fadli –Amir dari Letnan menjadi Kapten dan yang lainnya masing-masing jadi Letnan- dan ditugasi meledakkan pangkalan udara perintis milik pasukan Belanda. Dengan plot utama inilah cerita kemudian bergulir.
Dalam upaya mewujudkan rencana itu, ternyata di tubuh pasukan republik terdapat pengkhianat. Bahkan keempat kadet dan Senja sempat ditangkap oleh kelompok pasukan pejuang lain yang anggotanya murni orang Jawa dan Islam. Di sini saya menyayangkan ketidakjelasan identitas kelompok ini, walau pemimpinnya yaitu seorang Kyai tanpa nama (diperankan oleh Alex Komang) sempat muncul. Saya menduga-duga maunya digambarkan mereka ini adalah kelompok TII (Tentara Islam Indonesia) sebagai sayap militer dari DI (Darul Islam) yang juga berjuang melawan Belanda tapi dengan tujuan mendirikan NII (Negara Islam Indonesia). Mungkin produsernya kuatir ada tuntutan dari pemerintah. Nah, soal pengkhianat tadi, biarlah menjadi rahasia siapa orangnya agar Anda terkejut pas menonton filmnya.
By the way, saya sempat menyebut di atas bahwa jalan ceritanya agak lemah, salah satunya karena adanya keterputusan cerita pasca scene saat Dayan dirawat oleh Lastri pasca diinterogasi dengan siksaan oleh tentara Belanda. Saat itu Lastri menyatakan kekecewaannya pada tentara republik yang tak pernah memperhatikan mereka, sehingga ia sendiri terpaksa jadi pelacur. Memang, Dayan (T. Rifnu Wikana) kemudian tak terpengaruh keluhan Lastri dan kembali membantu rekan-rekannya. Namun tidak ada penjelasan apa yang kemudian dilakukan Lastri dengan kekecewaannya.
Adegan Dayan diinterogasi sangat menarik. Meski Rudy Wowor bermain datar, namun T. Rifnu Wikana menampilkan acting yang bagus. Demikian juga dengan interogatornya yang bernama De Graaf. Saya langsung teringat Jason Statham saat melihat gaya dan penampilan Joe Simps yang dengan apik memainkan karakter itu.
Ada selipan kisah cinta antara Tomas (Doni Alamsyah) dengan Senja dan Amir dengan Melati. Namun kisah bumbu pemanis yang seharusnya bisa romantis ini pun tidak digali lebih dalam sehingga terasa sekali sisipannya, malah jadi terasa hambar.
Namun puncak dari seluruh film tentu pada adegan peperangan di bagian akhir. Sutradara kembar Yadi Sugandi dan Conor Allyn menginvestasikan banyak kemampuan mereka di sini. Demikian juga dengan tim special effect dimana mereka harus mampu menunjukkan adegan tembak-menembak bahkan peledakan pesawat. Pada bagian inilah kemampuan acting Aldi Zulfikar sebagai satu-satunya pemain cilik yang berperan sebagai Budi sebagai bagian dari pasukan Sersan Yanto yang diperbantukan kepada para kadet patut diperhatikan. Ia berperan sebagai penembak jitu, walau sebenarnya kekayaan karakternya bisa digali lagi. Misalnya hingga sekaya karakter legendaris “Temon” di Serangan Fajar dan Janur Kuning.
Juga ada adegan lucu saat Marius (Darius Sinathrya) harus memutuskan untuk menolong teman-temannya dengan menerbangkan pesawat. Ada humor cerdas saat akhirnya Marius berhasil menyelamatkan teman-temannya dengan membawa mereka terbang, yaitu dengan menyatakan pada Tomas bahwa ia pernah sekolah penerbang, hanya saja masalahnya ia tak selesai dan karenanya tak pernah belajar bagaimana mendaratkan pesawat.
Secara khusus, saya memuji kemampuan bagian property dan set film ini yang berhasil menghadirkan kembali kendaraan perang di masa itu, seperti jeep Willys yang dipakai Mayor van Gaartner dan truk tentara Belanda. Juga replika pesawat Mustang P-51 milik Belanda yang kemudian diledakkan. Termasuk pula menghadirkan set kamp dan lapangan terbang Belanda yang cukup besar. Demikian pula kemampuan menghadirkan replika senjata laras panjang semi otomatisnya cukup bagus dan akurat untuk tahun 1947 sebagai setting film ini. Saya amati yang terlihat ada sejenis caraben (asal kata ini dari senjata M1A1 Carbine) yang dari bentuknya mirip M1 Garand atau MAS 36, senjata semi otomatis Sten MK.V, dan yang paling mengesankan adalah penghadiran kembali replika M1A1 Thompson sebagai senjata otomatis yang banyak digunakan pasukan Sekutu di era itu. Sayang tidak tampak senjata otomatis penuh sejenis Bren MK.1 atau mitraliur sejenis SG 43 yang di film Janur Kuning, Serangan Fajar atau Doea Tanda Mata terlihat dipergunakan.
Catatan khusus untuk diperhatikan hanya keraguan saya pada tipe pesawat yang diterbangkan oleh Marius sepertinya sejenis Twin Otter yang tampaknya lebih awal 10-15 tahun dari masanya. Juga pistol yang dipergunakan bermodel seperti Colt Government model atau FN.45 yang seingat saya baru muncul di awal dekade 1970-an. Mustinya pistolnya sejenis Luger yang lazim digunakan pasukan Nazi Jerman. Penggunaan gedung asli zaman Belanda (saya bertanya-tanya di manakah lokasinya) yang kini sudah tampak usang juga perlu dipertimbangkan kembali. Karena jelas di masa itu gedungnya belum usang. Akan lebih baik membangun set baru agar gedung markas besar pasukan Belanda itu benar-benar masih tampak megah.
Secara umum, saya menyarankan bagi penggemar film Indonesia agar tidak melewatkan film ini. Hanya saja bagi penggemar film action, please jangan membandingkannya dengan film buatan Hollywood sekelas Band of Brothers. Karena bila begitu, yang ada komentar Anda nantinya cuma berisi celaan belaka. Padahal, sejatinya film ini sudah merupakan kemajuan bagi dunia perfilman Indonesia. Apalagi dibandingkan sekuel pertamanya yang membosankan, film ini jelas cukup menyenangkan untuk dinikmati sembari berteriak lantang: Merdeka!


Credit by : http://lifeschool.wordpress.com/2010/09/12/darah-garuda-merah-putih-ii-resensi-film/

Minggu, 13 Februari 2011

AUTHOR STORY chap 2

karena sunday ini saya tidak ada kerjaan .
makanya saya memutuskan untuk melanjutkan story saya :)


AUTHOR STORY chap 2

Hai hai semua , kembali lagi bersama saya hehehe :)
kali ini aku bercerita mengenai hobi, cita2 , dan aktivitas ku OK !

Hobi , hobi kebiasaan yang sering kita lakukan .
yah pasti kalian semua tahu mengenai hobi kalian masing-masing .
tapi apakah kalian tahu mengenai hobi ku ?
setiap hari aktivitasku dipenuhi dengan sekolah , les dan flashmoop
terkadang aku sering merasakan jenuh makanya aku sering melakukan hobi ku untuk menghilangkan kejenuhan ku .
hobiku adalah mendegarkan musik .
mungkin teman2 sekolahku tahu apa jenis musik yang sering aku dengar .
yupp KOREAN WAVE .
lagu korea memang awalnya sedikit asing bagiku .
kata2 yang tidak jelas intonasi yang juga kurang .
bahkan aku sama sekali tidak tahu mereka berbicara bak manusia .

COLORS MELODY AND HARMONY .
itu adalah lagu pertama yang saya dengar mengenai musik asia timur .
sebenranya itu bukan KOREAN WAVE melainkan JAPAN POP
lagu yang awalnya aku kira hanya untuk menghibur orang .
tanpa kusadari setelah aku mengetahui apa makna arti dari lagu tersebut .
aku pun hanyut dalam melody lagu itu .

(CHEK THIS MUSIC VIDEO)


"Sekarang, di suatu tempat, seseorang
merasa sakit, sendirian
Melewati malam tanpa tidur
Sampai cahaya bersinar di hati Anda
Mari kita bersandar berdekatan, sehingga kita bisa tidur
Seperti melodi dan harmoni cinta
Demi seseorang
kita di sini
Meskipun kami hanya dapat mencapai hal-hal kecil
Bahkan hanya untuk 1 detik
Kami masih ingin menghentikan semua air mata di dunia ini
Dan mengubah mereka semua menjadi tersenyum
Jauhkan mencintai, dan terus berjalan,
Kami sudah percaya bahwa kita akan mampu menyampaikan perasaan-perasaanmeluap
Bahkan sebelum kita dilahirkan, kita tahu bahwa kita akan bertemu
Dan itu kami akan mencari impian kita bersama
Pada saat ketika kita mampu menyusun suara berkilau
Kami akan dapat melupakan semua kesedihan
Melodi dan harmoni
Anda selalu oleh pihak kita
Memberi kita keberanian dan harapan
Terima kasih kepada Anda
Terima kasih selamanya
Perasaan ini berkilauan adalah karunia Anda kepada saya
Anda telah mengajari saya bagaimana untuk saling mendukung, untuk mengawasisatu sama lain
Dan bahwa aku tidak kesepian
Cinta yang menumpuk
adalah naik melodi
Saya ingin menyampaikan kepada Anda
Selama-lamanya
Musik saya adalah hidup saya
Untuk Anda, untuk Anda, tersenyum
Karena hati kita akan menghubungkan bersama
Hidupku indah
Selamanya, selamanya
Mulai dari sini
Jauhkan mencintai, dan terus berjalan
Kami telah percaya bahwa kita akan dapat
menyampaikan perasaan-perasaan meluap
Terima kasih kepada Anda
Terima kasih selamanya
Perasaan ini berkilauan adalah karunia Anda kepada saya
Cinta yang menumpuk
adalah naik melodi
Saya ingin menyampaikan kepada Anda
Selama-lamanya"

itu lah arti dari lagu itu ,
mungkin kalian yang barusan denger memang agak sedikit merasa aneh .
yahh karena kalian tidak tau arti dari lagu itu .

menurt saya lagu itu memang benar2 lagu yang hampir sempurna .
keharmonisan suaranya .
arti dari lagu tersebut .
dan coba liat penyanyinya , cukup tampan kah ?? hehehe :)

so cukup sampai disini yahh cerita saya kali ini ,
maaf mengenai cita-cita dan aktivitas saya mungkin akan saya bahas di chap 3 OK !
terima kasih :)

Sabtu, 12 Februari 2011

AUTHOR STORY

Hai Semua ~~
ntah ada yang baca atau tidak saya juga ngga tau hehe ..
kali ini saya mau post mengenai cerita saya sendiri ok LETS START ~~

:) AUTHOR STORY :)


Nama saya Adelia Yolanda Susanto biasa di panggil Yolla tapi lebih sering disekolah di panggil Adel .
kini aku tepat berusia 14 tahun dan aku sekarang duduk di bangku 3SMP .
tak terasa kini pun aku sedikit menjadi lebih dewasa .
entah itu umurku , pikiran ku , dan yang jelas hidupku pun menjadi bertambah dewasa .
Huh ~~ dari kecil aku lahir dikeluarga ya biasa-biasa saja .
aku adalah anak pertama dari 4 bersaudara .
sudah menjadi tugas ku untuk menjaga adik-adik ku .
terkadang adik ku suka membuat aku kesal tapi karena papa dan mama ku sangat memerhatikan adikku aku pun harus mengalah demi mereka .

bagi ku keluarga adalah hal yang terpenting .
entah mengapa akhir-akhir ini aku seikit kesal dengan mereka .
sikap papa ku yang kadang suka menyuruh-nyuruh ku .
sikap mama ku yang kadang suka menyalahkan ku .
sikap adik-adik ku yang sering membuat aku kesal . :(
sikap nenek ku yang kadang suka membanding-bandingkan aku dengan orang lain .
semuanya buat aku kesal .
tapi aku tahu itu semua demi kebaikan ku juga .
so , aku pun akan lupakan hal-hal yang tidak menyenangkan itu .

3 tahun lalu tepat tahun 2008.
generasi Biru - Putih pun aku jalankan .
menjadi siswa SMPN33 SURABAYA .
menjadi murid yah cukup biasa-biasa saja .
dan memiliki , emm bisa dibilang tidak begitu banyak teman .

dihidupku hanya ada satu tujuan ku .
yaitu hanya bisa membuat orang tua ku bangga padaku .
aku belajar begitu keras agar mendapatkan prestasi yang baik .
walaupun hasilnya tidak begitu memuaskan .
tapi orang tua ku pun cukup bangga padaku .
melihat mereka tersenyum karena ku sudah cukup membuatku senang .

selama bersekolah disini .
aku memiliki 2 teman baik .
aku begitu menyayangi kedua kakak ku itu ,
senang , sedih , susah , bahagia kitapun lewati bersama-sama .
kakak pertama ku dia cukup baik ceria selalu mengingatkan ku dengan seseorang .
selalu membuat ku tertawa .
selalu membuatku senang .
hanya dia yang bisa lakukan itu .
ketika aku sedang sedih dialah tempat ku pergi .
kakak kedua ku dia cantik , baik 
dia bisa buat aku semangat belajar .
bisa membuat aku ramai ketika sepi .
selalu menemaniku ketika sendiri .

sebentar lagi , kita pun berbpisah untuk melanjutkan kegenerasi ABU-ABU PUTIH
entah apa yang aku rasakan nanti ?
apakah aku masih bisa bersama mereka ? atau tidak ?
aku berharap aku bisa bersama mereka selamanya .



Sudah sekitar 8 Bulan aku duduk di bangku kelas 3SMP 
aku duduk di kelas IX C
awalnya saya merasa sangat asing ketika berada disana .
perlahan-lahan akupun bisa mencoba berkomunikasi dengan teman-teman .
saya sanagt berterima kasih kepada teman-teman ku semua .
yang sudah membantu saya dalam belajar .
terutama teman sebangku saya .

ketika aku lulus nanti harapan saya adalah .
saya bisa melanjutkan sekolah dengan baik .
saya bisa meraih impian saya .
saya bisa membuat keluarga saya lebih bangga kepada saya .

mungkin sebentar lagi saya akan memulai hidup baru lagi .
dengan sekoalah yang baru .
seragam baru .
teman baru .
rumah baru .

yahh ,, rumah baru ..
saya memang ada rencana untuk pindah rumah secepatnya .
memang terasa berat buat saya .
Jelas ,, karena semenjak saya masih berumur 2 tahun saya sudah tinggal disitu .
VILLA BUKIT INDAH AA1/7 - PAKUWON INDAH
tempat itulah yang membuat aku seperti sekarang .
membuat aku menjadi jarang keluar rumah (bahkan tidak pernah)
membuat aku hampir tidak punya teman (bahkan tidak punya teman)
membuat aku menjadi sepi (bahkan sangat sepi)
yahh begitulah kehidupanku .
tapi dengan begitu hubungan aku dengan keluargaku menjadi sangat dekat .
pagi , siang , sore , malam
hanya kuhabiskan waktuku bersama keluarga ku .



saya banyak berterima kasih kepada semua .
sama Allah
keluarga
kedua kakak saya
teman-teman saya 
guru saya .
yahhh semua hal yang ada dihidup saya .
saya berterima kasih karena kalian semua sudah mengisi hari-hariku dengan indah
walaupun kadang tak seindah apa yang aku pikirkan .

sekarang sudah waktunya aku tutup semua hal-hal buruk dan aku mulai semua dengan hal-hal yang lebih berwana .

mungkin ini cerita singkat ku .

ALWAYS KEEP THE FAITH
HOPE TO THE END
NEVER FOREVER EVER


MY PICTURE :)

THANK U :)

Kamis, 10 Februari 2011

Resensi Sang Pencerah

SANG PENCERAH

1. IDENTITAS
Judul buku                  : Sang Pencerah
Jenis buku                   : Roman Dewasa
Penulis                         : Akmal Nasery Basral 
Penerbit                       : Mizan
Tahun terbit                 : Agustus 2010 
Jumlah Halaman          : 292. Halaman

2. SINOPSIS

Sepulang dari Mekah, Darwis muda (Ihsan Taroreh) mengubah namanya menjadi Ahmad Dahlan. Seorang pemuda usia 21 tahun yang gelisah atas pelaksanaan syariat Islam yang melenceng ke arah Bid’ah /sesat.
Melalui Langgar / Surau nya Ahmad Dahlan (Lukman Sardi) mengawali pergerakan dengan mengubah arah kiblat yang salah di Masjid Besar Kauman yang mengakibatkan kemarahan seorang kyai penjaga tradisi, Kyai Penghulu Kamaludiningrat (Slamet Rahardjo) sehingga surau Ahmad Dahlan dirobohkan karena dianggap mengajarkan aliran sesat. Ahmad Dahlan juga di tuduh sebagai kyai Kafir hanya karena membuka sekolah yang menempatkan muridnya duduk di kursi seperti sekolah modern Belanda.
Ahmad Dahlan juga dituduh sebagai kyai Kejawen hanya karena dekat dengan lingkungan cendekiawan Jawa di Budi Utomo. Tapi tuduhan tersebut tidak membuat pemuda Kauman itu surut. Dengan ditemani isteri tercinta, Siti Walidah (Zaskia Adya Mecca) dan lima murid murid setianya : Sudja (Giring Nidji), Sangidu (Ricky Perdana), Fahrudin (Mario Irwinsyah), Hisyam (Dennis Adishwara) dan Dirjo (Abdurrahman Arif), Ahmad Dahlan membentuk organisasi Muhammadiyah dengan tujuan mendidik umat Islam agar berpikiran maju sesuai dengan perkembangan zaman.




3. KESIMPULAN

            Novel ini mengajak kita untuk mengenal lebih dalam pembentuk organisasi Muhammadiyah. Novel ini baik dibaca siapa saja. Dewasa, remaja, anak-anak maupun orang tua sekalipun. Dalam novel ini kita akan diajak merenung, menjelajahi islam yang sebenarnya.

Kamis, 20 Januari 2011

English skills

Pernahkah kamu membaca atau menulis Puisi?? Puisi biasanya berisi sekumpulan kata-kata kiasan yang sangat menyentuh qalbu… smile_embaressed Apalai jika kau seorang yang berjiwa puitis, pasti sangat suka dengan yang namanya Puisi.
O ya, mungkin puisi yang familiar di telinga kita adalah puisi berbahasa indonesia,  Mengapa?   Ya salah satu sebabnya karena kita tinggal di Indonesia..smile_wink
Langsung aja ke intinya,  pada seasion kali ini saya akan membagikan beberapa puisi berbahasa inggris atau bisa disebut English Poetry/poem.  Setelah mempelajari beberapa puisi di bawah ini,  kita bisa membandingkan atau menemukan sesuatu yang beda antara Puisi berbahasa Inggris dengan Puisi berbahasa Indonesia..

Example Poetry 1

Beautiful Dreamer

Beautiful dreamer, wake unto me, 
Starlight and dewdrops are waiting for thee;
Sounds of the rude world heard in the day,
Lull'd by the moonlight have all pass'd away! 
Beautiful dreamer, queen of my song,
List while I woo thee with soft melody;
Gone are the cares of life's busy throng. 
Beautiful dreamer, awake unto me!
Beautiful dreamer, awake unto me! 
Beautiful dreamer, out on the sea,
Mermaids are chaunting the wild lorelie;
Over the streamlet vapors are borne,
Waiting to fade at the bright coming morn. 
Beautiful dreamer, beam on my heart, 
E'en as the morn on the streamlet and sea;
Then will all clouds of sorrow depart, 
Beautiful dreamer, awake unto me!

Example Poetry 2

Remember
Remember me when I am gone away, 
Gone far away into the silent land; 
When you can no more hold me by the hand,
Nor I half turn to go yet turning stay. 
Remember me when no more day by day 
You tell me of our future that you plann'd:
Only remember me; you understand 
It will be late to counsel then or pray. 
Yet if you should forget me for a while 
And afterwards remember, do not grieve:
For if the darkness and corruption leave 
A vestige of the thoughts that once I had, 
Better by far you should forget and smile 
Than that you should remember and be sad.

 

Example Poetry 3

When I am dead
When I am dead, my dearest,
Sing no sad songs for me:
Plant thou no roses at my head,
Nor shady cypress tree: 
Be the green grass above me&
With showers and dewdrops wet;
And if thou wilt, remember,
And if thou wilt, forget.
I shall not see the shadows,
I shall not feel the rain;
I shall not hear the nightingale
Sing on, as if in pain;
And dreaming through the twilight
That doth not rise nor set,
Haply I may remember,
And haply may forget.

Example Poetry 4

I am shut out of mine own heart
I am shut out of mine own heart
because my love is far from me,
nor in the wonders have I part
that fill its hidden empery:
The wildwood of adventurous thought
and lands of dawn my dream had won,
the riches out of Faery brought
are buried with our bridal sun.
And I am in a narrow place,
and all its little streets are cold,
because the absence of her face
has robb'd the sullen air of gold.
My home is in a broader day:
at times I catch it glistening
thro' the dull gate, a flower'd play
and odour of undying spring:
The long days that I lived alone,
sweet madness of the springs I miss'd,
are shed beyond, and thro' them blown
clear laughter, and my lips are kiss'd:
And here, from mine own joy apart,
I wait the turning of the key: -
I am shut out of mine own heart
because my love is far from me.

 

Example Poetry 5

Heart, we will forget him
Heart, we will forget him,
You and I, tonight!
You must forget the warmth he gave,
I will forget the light.
When you have done pray tell me,
Then I, my thoughts, will dim.
Haste! ‘lest while you’re lagging
I may remember him!

Dont Forget

I can feel your presence on the path we always walk on
Quietly closing my eyes wishing
that this feeling will never go away

I want to become the wind and envelop you in my arms
I want to fly to the world you're in
I want to see you, I want to see you
I will always wait for you
Because I just can't forget you

The night that I felt you
was already broken
The sweet drifting memories become stronger, Baby
I never want this to end
and hold your hand tighter
I can't leave you

I want to become the wind and envelop you in my arms
and fly to the world you're in
because I want to see you, I want to see you
I'll be waiting for you
I'll be waiting for you

Because I just can't forget you
I'll always be here, I won't forget you